|
PENILAIAN KINERJA SISTEM KESEHATAN DAERAH
I. PENDAHULUAN
II. TUJUAN DAN PENGGUNAAN DARI PENILAIAN KINERJA
DAERAH
III. APA YANG DINILAI: APA YANG HARUS DIKETAHUI?
A. Masukan sistem kesehatan
B. Fungsi sistem kesehatan
C. Hasil sistem kesehatan
D. Efisiensi daerah
E. Tipe indikator yang digunakan
IV. CARA UNTUK MENGGUNAKAN DATA YANG ADA, DAN
MENANGANI KESENJANGAN DATA
A. Menggunakan data yang ada
B. Menangani kesenjangan data: teknik yang digunakan
untuk mengurangi biaya
C. Potensi aplikasi pada penilaian daerah: gambaran dari
pekerjaan WHO baru-baru ini
V. PENGAWASAN RUTIN AKAN KINERJA SISTEM KESEHATAN:
ISU LAIN DAN TANTANGAN
A. Pengumpulan data secara berkala
B. Memperbaiki komunikasi dan penggunaan penemuan
VI. TANTANGAN DAN PEMBANGUNAN YANG AKAN DATANG
I. PENDAHULUAN
Pekerjaan WHO dalam penilaian kinerja daerah dipandu
oleh tiga pertimbangan pokok. Yang pertama adalah, jika tujuannya adalah
untuk mengawasi kinerja secara teratur, beban dari usaha harus sekecil
mungkin. Maka dari itu, WHO sedang mencari informasi apa yang dianggap
'esensial' oleh para pembuat kebijakan, dan upaya-upaya tengah dilaksanakan
untuk memastikan metode dan peralatan sesederhana mungkin, yang bersifat
'pas untuk tujuan'. Yang kedua, untuk menginterpretasikan hasil dan membandingkannya
antara daerah-daerah, pendekatan yang digunakan harus konsisten dengan
pendekatan penilaian nasional. Yang ketiga, setiap penilaian yang dibuat
harus komprehensif, atau luas sistem, dalam jangkauannya. Beberapa alat
yang berguna telah ada untuk mengawasi program yang spesifik dan sistem
bagian. Namun demikian, berdasarkan rancangannya, ini hanya memberikan
pandangan sebagian dari kinerja sistem kesehatan. Ini akan mengakibatkan
pandangan yang terkungkung, dengan adanya masalah lain dalam sistem yang
berjalan tanpa terdeteksi. Kerja yang dilaporkan disini memberikan pengawasan
kinerja luas sistem pada wilayah yang tidak begitu tercatat.

II. TUJUAN DAN PENGGUNAAN DARI PENILAIAN KINERJA
DAERAH
Informasi dapat membantu para pembuat kebijakan dalam
berbagai macam tugas, terutama jika dihasilkan secara cukup teratur untuk
mendapatkan gambaran dari trend. Pertama, dalam perumusan kebijakan nasional,
dengan menyediakan informasi pada berbagai masukan pada sistem kesehatan,
fungsi, prestasi dan efisiensi di seluruh negara dan dari waktu ke waktu.
Ini juga dapat membantu mengawasi pelaksanaan kebijakan, dengan mengawasi
ketaatan pada dan efek dari kebijakan sektor kesehatan dan reformasi.
Ini juga dapat digunakan untuk mengerahkan sumber-sumber dan membantu
keputusan pengalokasian sumber. Dan juga dapat digunakan oleh pengelola
propinsi/ daerah untuk mengidentifikasi masalah-masalah operasional.
Mengawasi kinerja dari sistem kesehatan pada tingkat daerah dipandang
sebagai cara untuk mengawasi kemajuan dan mendeteksi apakah hasil yang
diharapkan tercapai. Dan spektrum dari pengguna potensial dan kegunaannya
luas, dari pengelola kesehatan lokal sampai pembuat kebijakan kesehatan
nasional; dari masyarakat sipil sampai politikus nasional; dari yang bersifat
operasional sampai ke lebih berupa keputusan yang strategis; dari anjuran
sampai pertanggungjawaban hasil.

III. APA YANG DINILAI: APA YANG HARUS DIKETAHUI?
Tantangan yang pertama adalah untuk mendapatkan peninjauan yang luas
dari sistem kesehatan yang memberikan tanda dimana masalah yang penting
dapat muncul, yang dapat nantinya diselidiki lebih terperinci apabila
diperlukan. Seperti layaknya penilaian lainnya, serangkaian data akan
lebih berguna daripada satu saja.
Jadi, apa yang perlu diketahui untuk mendapatkan peninjauan yang dapat
diandalkan mengenai seberapa berbeda wilayah kesehatan dan daerah beroperasi?
Kami menggunakan empat bagian dalam kerangka sistem kesehatan WHO dalam
pendekatan ini. Mereka adalah:
A. masukan sistem kesehatan
B. fungsi sistem kesehatan
C. hasil/ gol dari sistem kesehatan
D. efisiensi daerah
E. jenis indikator yang digunakan
A. Masukan sistem kesehatan
Ada banyak masukan untuk sistem kesehatan lokal: uang, staf pekerja, peralatan,
obat dan prasarana lainnya yang dapat dikonsumsi. Fokus kita adalah uang
dan staf pekerja.
Meskipun laporan kesehatan daerah yang sangat terperinci tidak mungkin
didapat, informasi tertentu yang kritis diperlukan, seperti tingkat anggaran
belanja kesehatan sektor publik, pembayaran yang keluar dari kantong sendiri
dan bantuan donatur (jika ada). Di banyak negara bahkan informasi yang
mendasar saja terbatas. Analisa yang lebih terperinci dari pengaliran
sumber ke agen yang berbeda dan bagi intervensi yang berbeda juga dapat
berguna. Apakah investasi yang diperlukan dibenarkan akan tergantung dari
konteksnya.
Masukan pokok yang kedua adalah SDM. Tidak ada yang terjadi tanpa pekerja
kesehatan, dan mereka juga mempengaruhi penggunaan dari sumber-sumber
lainnya. Mengawasi jumlah kategori pokok dari personel dalam sektor publik
dan swasta dalam suatu daerah dianggap sebagai suatu persyaratan minimum.

B. Fungsi sistem kesehatan
Guna memperbaiki kinerja sistem kesehatan, empat unsur pokok, atau 'fungsi'
perlu diperhatikan: ketentuan, pembangkitan sumber, pembiayaan dan pengurusan.
Untuk tujuan pengawasan, apa yang mungkin perlu diketahui oleh para pembuat
keputusan mengenai fungsi yang berbeda-beda ini, supaya dapat mendeteksi
masalah pada waktu yang tepat. Dalam banyak cara, informasi minimum yang
dicari adalah sekali lagi mirip dengan yang di tingkat nasional dan daerah,
meskipun jika sudah diuraikan atau disajikan dengan cara yang berbeda.
Ketentuan Penilaian daerah manapun biasanya akan memasukan informasi
mengenai perlindungan (coverage). Keprihatinan pokok bagi banyak pembuat
keputusan adalah tingkat dari keefektifan perlindungan: batas dimana orang
mendapatkan perawatan ketika mereka membutuhkannya. Yang kedua adalah
untuk mengetahui ketidaksetaraan yang signifikan dalam perlindungan, contohnya,
berdasarkan wilayah atau kelompok pendapatan.
Keprihatinan lain yang umum adalah kinerja dari agen sendiri. Beberapa
ukuran dari perawatan yang berkualitas yang diberikan, dan efisiensi agen,
sering diminta. Penilaian kinerja agen manapun harus memasukkan agen di
sektor publik dan swasta dalam wilayah yang bersangkutan.
Pembangkitan sumber Beberapa informasi dasar dalam saham modal
dan persediaan obat sering sangat diperlukan pada tingkat daerah, supaya
dalam mendeteksi variasi dalam sumber-sumber yang tersedia, dan keseimbangan
antara sumber-sumber yang berbeda, yang dapat diperhitungkan sebagai perbedaan
dalam pendapatan yang ditinjau.
Pembiayaan Mengetahui proporsi pendanaan dari berbagai sumber
pembiayaan adalah kritis. Indikator yang dipertimbangkan pada tingkat
nasional yang mungkin relevan dan berguna pada tingkat daerah adalah termasuk
bagian dari total anggaran belanja kesehatan yang telah dibayar dimuka
(pre-paid), dan bagian dari total dana yang dialokasikan berdasarkan masukan,
yang keluar (output) dan hasil.
Pengurusan Pengurusan adalah mengenai pengawasan dari sistem kesehatan,
dan panduannya dalam kepentingan masyarakat. WHO telah mengidentifikasi
enam domain inti yang bersamaan menjadikan pengurusan yang 'baik': membangkitan
kecerdasan; merumusan arah kebijakan strategis; penjaminan alat-alat untuk
pelaksanaan; kekuasaan, insentif dan sanksi; pembangunan koalisi dan resolusi
konflik; menjamin kecocokan antara strategi dan struktur, dan pertanggungjawaban.

C. Hasil dari sistem kesehatan
Dalam prasarana WHO yang sekarang ini, hasil dari sistem kesehatan termasuk
kesehatan, penanggapan dan kejujuran dalam kontribusi finansiil. Berguna
untuk mengukur tingkat kesehatan dan penanggapan dari sistem kesehatan
di sebuah wilayah. Informasi ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi
perbedaan dan ketidaksetaraan antara bagian-bagian di daerah. Untuk ketidaksetaraan
dalam kesehatan dan tanggapan dalam sebuah wilayah, kasusnya belum
begitu jelas. Upaya-upaya tambahan dan sumber untuk mengukur ketidaksetaraan
dapat tidak dibenarkan, jika ukuran penduduknya kecil, atau relatif homogen.
Ukuran yang digunakan untuk tujuan pengawasan tidak perlu begitu moderen,
karena mereka secara luas mencakup informasi yang sama seperti ukuran
dari yang lebih kompleks.
Dengan kejujuran dalam kontribusi finansiil, ada dua macam keprihatinan
kebijakan: batasan sampai mana orang berkontribusi pada pembiayaan sistem
kesehatan menurut kemampuan mereka untuk membayar, dan keanekaragaman
determinan dari ini. Kerangka WHO menggunakan sebagian kecil dari penduduk
setempat yang melakukan 'pengeluaran yang merupakan bencana besar' ('catastrophic
spending') (misalnya pengeluaran yang lebih dari 40% dari pendapatan
mereka yang 'dapat dibuang' (disposable) atau nafkah hidup untuk
kesehatan) untuk mengukur kejujuran dalam kontribusi finansiil.
Tabel 1: Penilaian dari Hasil Sistem Kesehatan
|
|
Tingkat
|
Distribusi
|
|
Kesehatan
|
Tingkat Kesehatan
|
Persentasi kesehatan lebih buruk daripada batas
|
|
Tanggapan
|
Tingkat tanggapan
|
Persentasi kesehatan lebih buruk daripada batas
|
|
Kejujuran dalam kontribusi finansiil
|
-
|
Persentasi yang mengadakan pengeluaran yang besar
sekali (catastrophic spending)
|

D. Efisiensi daerah
Dalam kerangka WHO, ukuran satuan dari keefisiensian sistem kesehatan
diperhitungkan. Ini memberikan gambaran singkat dari seberapa baik sistem
ini berjalan dibandingkan dengan yang terbaik yang dapat diharapkan dilakukannya,
dengan sumber-sumber yang ada. Pendekatan yang digunakan pada tingkat
nasional dapat diadaptasikan bagi penggunaan di tingkat daerah, dan akan
memberikan perbandingan kinerja di propinsi dan kabupaten. Dengan adanya
wilayah lokal dalam jumlah yang cukup yang termasuk dalam penilaian kinerja
daerah, batas fungsi produksi nasional dapat diperkirakan. Ini akan memberikan
informasi yang berguna dari tingkat keefisiensian dari daerah yang berbeda
sampai dengan wilayah lokal yang paling efisien dalam negara.

E. Tipe-tipe indikator yang digunakan
Ada perdebatan yang sudah lama mengenai hubungan jasa dari yang dipisahkan
dan yang lebih dikumpulkan atau ukuran ringkasan. Indikator yang dipisahkan
secara luas digunakan dalam kesehatan. Ukuran ringkasan semakin menjadi
tersedia juga, kini lebih untuk hasil sistem kesehatan daripada untuk
fungsi sistem kesehatan. Tabel 2 memberikan beberapa contoh dari kedua
tipe.

IV. CARA UNTUK MENGGUNAKAN DATA YANG ADA, DAN MENANGANI KESENJANGAN
DATA
A. Menggunakan data yang ada
Beberapa data yang relevan untuk penilaian kinerja sistem kesehatan daerah
ada di semua negara, meskipun kelengkapannya berbeda-beda. Sumber-sumbernya
termasuk: kegiatan laporan rutin dari fasilitas kesehatan; pendaftaran
penyakit; sistem pengawasan termasuk pengawasan penjagaan; sistem pendaftaran
vital, survei rumah tangga dan fasilitas yang dilakukan hanya sekali saja
ataupun secara teratur, dan penilaian program secara periodik.
Tidak selalu mudah untuk menggunakan data yang sudah ada secara lebih
baik. Tantangannya termasuk sistem koleksi data yang terpisah-pisah; kecenderungan
untuk mengumpulkan data daerah sejalan dengan naiknya data melalui sistem
dengan cara sedemikian rupa yang tidak dapat dibedakan oleh wilayah geografis;
dan kurangnya informasi mengenai atau akses yang mudah ke data yang dikumpulka
diluar lembaga milik sendiri.

B. Menangani kesenjangan data: teknik yang digunakan untuk mengurangi
biaya
Apapun konteks lokalnya, jarang sekali biayanya menjadi efektif untuk
melaksanakan survei contoh perwakilan di setiap wilayah lokal. Untungnya,
ada beberapa strategi yang mungkin yang dapat digabungkan untuk menekan
waktu dan biaya.
Tiga strategi yang berbeda telah ditentukan yang dapat mengurangi biaya
dan upaya yang diperlukan untuk mengumpulan data tambahan dari masukan,
jangkauan dan hasil sistem kesehatan lokal. Yang pertama adalah penggunaan
survei sampel kecil. Yang kedua adalah penggunaan teknik pengambilan sampel
yang lebih kecil biayanya. Banyak pilihan yang ada: survei keluar di fasilitas
untuk tanggapan, survey kelompok berdasarkan orang pertama yang teridentifikasi
di lokasi, data panel, dll. Kemungkinan strategi yang ketiga adalah penggunaan
strategi pengurangan artikel secara berhati-hati, untuk mempersingkat
kuesioner yang digunakan tanpa persetujuan diluar batas yang 'diterima'
secara validitas dan reliabilitas.
Bagaimana caranya untuk mengurangi jumlah data tambahan yang perlu dikumpulkan?
WHO sedang menyelidiki penggunaan dari pendekatan statistik yang dikenal
sebagai Analisa Bayes. Kini, analisa ini kurang digunakan dalam analisa
sistem kesehatan namun secara teratur digunakan di bidang lain seperti
Ekonomi. Dalam istilah umumnya, Analisa Bayes adalah pendekatan statistik
yang dimana kepentingan yang diperkirakan atau perkiraan 'sebelum' (prior)
digabungkan dengan beberapa informasi tambahan yang empiris untuk mendapatkan
perkiraan yang lebih tepat, yang dikenal dalam istilah teknis sebagai
'posterior' (yang berikutnya). Contoh diberikan dalam bagian berikut ini.

C. Potensi aplikasi pada penilaian daerah: gambaran dari pekerjaan
WHO baru-baru ini
Potensi penggunaan dari beberapa teknik yang berbeda dalam mengawasi kinerja
daerah adalah: mengembangkan prior, mengembangkan survei dengan
sampel kecil; menggabungkan data dari berbagai sumber dengan menggunakan
Teori Bayes, dan teknik reduksi artikel. Hasil-hasil dari penggunaan teknik
ini dibandingkan dengan data 'yang sebenarnya' dari survei representatif.
Apakah 'prior' itu? Prior adalah sebuah indikator perkiraan
yang dibentuk dari data sumber lain yang berhubungan yang sudah ada. Contohnya,
untuk membuat tingkat daerah 'prior' bagi kesehatan, sumber-sumber
dapat termasuk indikator kesehatan nasional atau propinsi, yang disesuaikan
dengan variabel tingkat daerah yang relevan seperti pendapatan, pendidikan,
dll. Dalam pendekatan yang berhubungan, prior dapat dibentuk berdasarkan
pendapat para ahli atau penalaran. Perkiraan 'prior' ini maka dapat
dibuat lebih tepat dengan menggabungkan mereka dengan sedikit data tingkat
daerah yang dikumpulkan secara khusus untuk indikator tersebut. Kedua
distribusi ini nantinya digabungkan untuk mendapat distribusi 'posterior'
dengan menggunakan Teori Bayes. Tantangannya adalah untuk menemukan ukuran
sampel yang terkecil, yang masih akan memberikan perkiraan yang masuk
akal ketika digabungkan dengan sebuah prior.
Data yang dapat tersedia di tingkat propinsi atau daerah, dan yang dapat
digunakan untuk membuat prior termasuk yang berikut ini:
- Data kependudukan seperti rasio ketergantungan; ukuran rata-rata
rumah tangga; persentasi penduduk yang di desa
- Ukuran pendidikan, contohnya, persentasi anak-anak yang bersekolah
berdasarkan kelompok umur
- Ukuran kekayaan/ kemiskinan, contohnya persentasi penduduk yang hidup
dibawah $1 per hari; informasi aset (kepemilikan); indikator konsumsi
- Data mortalitas tingkat propinsi/ daerah
- Data penyediaan pelayanan kesehatan, contohnya jangkauan imunisasi,
pelayanan menjangkau (outreach) HIV/ AIDS; indikator keluarga berencana;
ketersediaan prasarana kesehatan
- Anggaran belanja kesehatan, contohnya persentasi dari total anggaran
belanja publik yang digunakan untuk kesehatan; persentasi penduduk yang
memiliki perlindungan asuransi
V. PENGAWASAN RUTIN AKAN KINERJA SISTEM KESEHATAN: ISU LAIN DAN TANTANGAN
A. Pengumpulan data secara berkala
Dalam hal pengawasan secara berkala, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, keadaan negara yang spesifik. Kedua, sifat dari indikator and
tipe data yang diperlukan. Sebuah kasus dapat dibuat untuk pemasukan pengawasan
dan aspek-aspek pilihan dari keempat fungsi setiap tahun, pada dasar bahwa
ini memberikan tanda 'peringatan awal' kepada pengelola dan pembuat kebijakan,
dan karena jalur-jalur untuk mendapatkan data mungkin sudah ada, atau
harus dikembangkan juga untuk kepentingan lain. Untuk penilaian hasil,
terutama dimana data survei akan selalu diperlukan, seseorang dapat menyatakan
bahwa interval dua tahun itu nampaknya adalah kompromi yang masuk akal
antara usaha-usaha yang berkaitan dan mengawasi dengan frekuensi yang
cukup untuk mendeteksi trend dalam waktu yang tepat.

B. Memperbaiki komunikasi dan penggunaan dari penemuan
Meskipun informasi tersedia, ini sering tidak digunakan - oleh pembuat
kebijakan atau masyarakat umum. Mengapa demikian? Beberapa alasan yang
berbeda telah disampaikan.
- Para pembuat kebijakan mungkin tidak menyadari bahwa informasi itu
ada, atau mungkin sulit ditemukan
- Informasinya bukan yang diinginkan oleh pembuat kebijakan atau masyarakat
umum
- Sistem mungkin tidak memproduksi informasi ketika dibutuhkan
- Informasi dipresentasikan sedemikian rupa yang sulit dimengerti
- Para pembuat kebijakan mungkin tidak menginginkan informasi tersebut
karena mereka tidak tahu apa yang mereka harus lakukan dengannya; mereka
tidak memiliki kemungkinan untuk menggunakannya; mereka tidak mempunyai
insentif dalam menggunakannya; atau bahkan mempunyai insentif untuk
tidak menggunakannya.
Dalam hal presentasi data, pengalaman menganjurkan bahwa lebih baik sesederhana
mungkin. Dan juga dianjurkan bahwa ini mungkin bahkan untuk konsep yang
sebagaimana kompleks seperti ketidaksetaraan dalam kesehatan dan penanggapan.
Contohnya, gagasan ukuran 'batas' yang mudah dikomunikasikan: seseorang
dapat melaporkan jumlah orang yang berada dibawah tingkat batas tertentu
yang disetujui untuk ukuran tersebut. Bahasa juga kritis: contohnya, ketika
mencoba menerangkan masalah dengan perlindungan risiko finansiil, gagasan
'anggaran belanja yang merupakan bencana besar' lebih mudah dimengerti
disaat awal diskusi daripada indeks kejujuran dalam kontribusi finansiil.

VI. TANTANGAN DAN PEMBANGUNAN YANG AKAN DATANG
Tantangan yang pertama adalah untuk memperluas aspek kritis dari kinerja
untuk mengawasi secara teratur di berbagai tingkat daerah, dan merencanakan
indikator yang merefleksikan keprihatinan ini. Pekerjaan yang semakin
luas dan berkelanjutan di WHO untuk mengembangkan dan menghaluskan ukuran-ukuran
dari sistem masukan, keluar dan hasil dari kesehatan individu, dan terutama
fungsi, di tingkat nasional adalah masukan yang pokok dalam debat ini.
Kedua, untuk mengatasi masalah dari kesenjangan data yang kritis. Satu
cara adalah melalui alat survei seperti Survei Kesehatan Dunia (World
Health Survey/ WHS). Ini telah dirancang untuk melengkapi survei yang
sudah ada dan sistem laporan yang rutin, yang memiliki sejumlah batas
dalam jangkauannya. Survei ini mencakup kesehatan, faktor risiko, tanggapan,
perlindungan, akses dan pemanfaatan dari pelayanan yang pokok, anggaran
belanja kesehatan dan aset. Ini menggunakan pendekatan modular dan modul
perorangan dapat digunakan dengan dasar survei lainnya yang sudah ada.
Ada pilihan untuk cara pelaksanaan survei. Jika semua modul digabungkan,
WHS akan mendapat banyak elemen dari kinerja sistem kesehatan. WHS juga
memperoleh 13 dari 18 pembangunan yang berhubungan dengan kesehatan dalam
Gol Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals). Dicoba di tahun
2001/2 dengan 71 survei di 61 negara, di tahun 2003 ini akan digunakan
di lebih dari 70 negara. Ini akan membantu membangun dasar yang kokoh
untuk pengawasan di tingkat daerah dan tingkat nasional.
Tantangan yang ketiga adalah untuk maju ke depan lebih jauh lagi dengan
pembangunan metode yang sederhana, dapat diandalkan dan rendah-ongkos,
dan alat-alat yang dapat digunakan secara teratur di tingkat daerah. Satu
kegiatan di tahun 2003 adalah tiga negara akan menerapkan WHS dengan menggunakan
strategi sampel representatif daerah, dan akan mungkin untuk menguji reduksi
artikel yang berbeda dan teknik sampling yang kecil untuk mengawasi daerah
dengan menggunakan data dari survei-survei ini.
Dua tantangan yang terakhir bahkan lebih besar: untuk memperbaiki komunikasi
dan menggunakan penemuan, dan untuk meningkatkan kapasitas negara untuk
mengawasi kinerja daerah. WHO bekerja dengan beberapa negara untuk mendukung
analisa dari data daerah oleh tim nasional dengan menggunakan metode WHO,
dan kemudian memberikan hasil penemuannya kepada para pembuat kebijakan.
Di setiap negara, pertanyaan-pertanyaan berikut ditanyakan pada waktu
awal:
- Apa yang sungguh-sungguh ingin diketahui oleh para pembuat kebijakan,
untuk membuat keputusan kebijakan kesehatan yang mengarah pada kesehatan
dan kinerja sistem kesehatan yang lebih baik?
- Apakah sejumlah indikator dapat disusun, yaitu, jika dilaporkan ke
semua wilayah, akan memberikan gambaran yang lengkap dan dapat diandalkan
dari kinerja yang sekarang sudah tersedia?
- Data apa saja yang sudah ada; seberapa besarkah manfaatnya; apa saja
kesenjangannya?
- Apakah pertukaran antara ongkos, pengulangan, kualitas dan tingkat
ketelitian dapat diterima? Bagaimana supaya penemuan dapat lebih dikomunikasikan
dengan pembuat kebijakan, dan dengan publik?
- Faktor apakah yang meningkatkan kesempatan penggunaan mereka?
- Bagaimana penggunaan ini dilembagakan, supaya pengawasan menjadi
sebuah kegiatan yang teratur daripada sebuah kegiatan riset?
Sebuah monograf mengenai penilaian kinerja sistem kesehatan daerah akan
dikeluarkan di tahun 2003, yang akan termasuk studi kasus dari pengalaman
dengan aplikasi di negara-negara.
|